Review buku “Masalah Sosial Anak”

Judul buku: Masalah Sosial Anak

Penulis: Bagong Suyanto

Penerbit: Kencana (Prenada Media Group)

Cetakan: Edisi 1 Cetakan 1

Jumlah: 368 halaman; 21cm

ISBN: 978-602-8730-22-8

                Buku berjudul Masalah Sosial Anak dimaksudkan oleh penulis untuk menyajikan potret buram dan berbagai permasalahan yang dihadapi anak-anak rawan di tanah air dan bermaksud untuk menggugah sekaligus mengajak para pendidik, mahasiswa, dan pemerhati anak bersedia meluangkan waktu bersama-sama untuk berdiskusi dan berusaha mencari pemecahan terbaik untuk menangani permasalahan anak rawan. Buku ini juga diharapkan dapat menjadi acuan dan bahan bacaan mahasiswa.

                Buku ini terdiri dari 14 bab, mulai dari

Cover

penjelasan mengenai anak rawan, berbagai masalah yang dialami anak rawan, hingga upaya yang dapat dilakukan untuk membangun kepedulian dan perlindungan terhadap anak rawan. Pada masing-masing bab dijelaskan secara terperinci dan bedasarkan fakta mulai dari pendahuluan, pembahasan, latihan, penutup, daftar pusaka, hingga senarai.

Pada bab 1, buku ini diawali dengan penjelasan mengenai pengertian anak rawan secara mendalam, yaitu adalah anak-anak yang karena situasi, kondisi, dan tekanan kultur maupun struktur menyebabkan mereka belum atau tidak terpenuhi hak-haknya, bahkan acap kali pula dilanggar hak-haknya. Pada bab ini juga dijelaskan bahwa sebagai kelompok masyarakat yang paling rentan, anak-anak sesungguhnya adalah korban pertama yang paling menderita akibat krisis dan sikap acuh tak acuh Negara terhadap arti penting investasi social.

Pada bab selanjutnya, mulai dijelaskan mengenai apa saja permasalahan atau kejadian pada anak-anak yang dapat dikategorikan sebagai anak rawan. Pada bab 2 dijelaskan mengenai child abuse beserta sumber dan factor penyebabnya. Lalu disambung pada bab 3 tentang karakteristik pelaku dan anak korban child abuse, serta pola terjadinya.  Dilanjut pada bab 4 yaitu menjelaskan tentang dampak tindak kekerasan pada anak dan juga gejala yang menunjukan dampak tersebut.

Pada bab 5, menjelaskan mengenai pekerja anak disektor berbahaya beserta contoh kasus yang berada di daerah Jawa Timur. Bab 6 menyambung dari bab 5 yaitu menjelaskan mengenai anak-anak yang dilacurkan serta memaparkan bahawa perlunya tindakan empati dari masyarakat agar tidak hanya bersikap sinis dan sekedar sikap belas kasihan pada masalah tersebut yang sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

Pada bab 7 menjelaskan mengenai anak jalanan dan juga masalah-masalah pelik yang dihadapi. Anak jalanan perempuan dikupas secara khusus pada bab ini, dan juga bagaimana cara anak-anak jalanan dapat bertahan hidup ditengah lingkungan yang keras dan tidak teratur.

Pada bab 8 menjelaskan tentang anak terlantar dimulai dari ciri anak yang dikategorikan sebagai anak terlantar yaitu usia, anak yang kelahirannya tidak direncanakan, keadaan ekonomi, anak hasil hubungan diluar pernikahan, serta anak yang berasal dari keluarga broken home yang dapat dikategorikan sebagai anak terlantar beserta dampaknya yang dijelaskan secara terperinci dan mendalam.

Pada bab 9 dijelaskan mengenai anak perempuan korban pelecehan dan kekerasan seksual yang dilengkapi dengan table tindak kekerasan dalam siklus kehidupan perempuan.

Pada bab 10 menjelaskan mengenai perdagangan dan penculikan anak yang mencakup modus, bentuk, motif, serta upaya perlindungan dan pemberdayaannya.

Pada bab 11 dijelasakan mengenai masalah anak korban pedofilia yang perkembangan jiwanya dapat terganggu dan lemahnya hukum dalam mengatasi masalah tersebut, serta langkah antisipasi terhadap masalah tersebut.

Pada bab 12 menjelaskan tentang pengungsi anak yang dapat juga dikategorikan sebagai anak rawan.  Pada situasi apapun, terlebih pada situasi konflik, anak-anak menjadi korban pertama yang paling menderita karena secara tiba-tiba terpaksa harus mengungsi dan mengalami berbagai macam dampak seperti dampak social dan dampak ekonomi yang akan dijelaskan secara terperinci.

Pada bab 13 menjelaskan mengenai anak putus sekolah dan mahasiswa rawan DO yaitu karakteristik dari anak-anak yang tinggal kelas yang dapat dikategorikan sebagai anak rawan serta kebijakan dan program prioritas yang akan diupayakan.

Pada bab terakhir yaitu bab 14 menjelaskan tentang tindakan yang akan dilakukan untuk membangun kepedulian terhadap nasib dan upaya perlindungan anak rawan yaitu menyusun sebuah strategi aksi bukan hanya sekedar belas kasihan dan juga menumbuhkan kepekaan terhadap persoalan masa depan anak-anak rawan.

Buku berjudul Masalah Sosial Anak ini didukung dengan analisis fakta dan fenomena yang ada di lapangan sehingga dapat dijadikan acuan dan bacaan mahasiswa secara nyata dan terpercaya. Buku ini tentunya akan dapat lebih menarik lagi apabila disertakan gambar untuk melengkapi setiap masalah yang dipaparkan pada setiap bab agar pembaca tidak bosan dalam membacanya dan dapat dengan mudah menggambarkan masalah yang terjadi, misalnya pada bab anak jalanan, dapat ditambahkan potret lingkungan sekitar daerah anak jalanan tersebut berada.